Posted by : Fazri
Minggu, 01 Mei 2016
Peradaban memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini merujuk pada suatu masyarakat yang maju dalam ukuran jamannya. Pendekatannya antara lain praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman. Termasuk hal-hal lain yang unik berbanding dengan budaya lain.
Sejak zaman Nabi Adam hingga sekarang, manusia telah banyak melahirkan peradaban. Ada yang masih bertahan hingga saat ini, dan dapat dilihat sebagai bukti sejarah. Tapi ada juga peradaban manusia yang menghilang begitu saja secara misterius.
Mengulas itu, ada banyak spekulasi soal lenyapnya peradaban secara misterius. Mulai soal wabah penyakit, bencana besar, perubahan iklim ekstrim, peperangan, bencana meteor, sampai perihal asimilasi dan akulturasi dengan budaya lain. Namun, belum ada yang pasti menjelaskan lenyapnya peradaban-peradaban ini.
Nah, berikut adalah 10 peradaban yang pernah ada dan menghilang secara misterius ribuan tahun yang lalu.
Peradaban Clovis (diperkirakan 11.500 SM di Amerika Utara)
Para sejarawan menempatkan kebudayaan Clovis ini sebagai budaya asli Amerika masa prasejarah. Mereka meyakini, peradaban inu pernah ada di Amerika Utara. Namanya berasal sebuah situs arkeologi yang terletak di dekat kota Clovis, New Mexico. Arkeolog menemukan artefak pisau batu dan tulanh di situs ini pada tahun 1920.

Beberapa ahli sejarah meyakini bahwa orang-orang Clovis ini datang dari Siberia ke Alaska. Mereka melintasi Selat Bering pada akhir zaman es. Namin ilmuwan tak bisa memastikan apakah Clovis adalah budaya pertama di Amerika Utara atau bukan.
Peradaban Cucuteni-Trypillia (Antara 5.500-2.750 SM di Ukraina-Rumania)Mereka ini adalah komunitas terbesar dari masa Neolitik Eropa di wilayah Cucuteni-Trypillia. Wilayah asal peradaban ini sekarang jadi bagian negara Ukraina, Rumania dan Moldova. Dalam perkiraan para ahli, populasi peradaban Cucuteni-Trypillia mencapai 15 ribu orang. Dan mereka kemudian secara misterius menghilang dari muka bumi.

Budaya Cucuteni-Trypillia menonjol dengan kerajinan tembikarnya. Mereka juga memiliki kebiasaan aneh dengan membakar desa mereka sendiri setiap 60-80 tahun sebelum membangun yang baru. Sampai saat ini para Ilmuwan sudah mengidentifikasi sekitar 3.000 situs arkeologi. Ada teori bahwa menjelang hilangnya peradabaan ini, ada perubahan iklim drastis yang berlanjut dengan kekeringan terburuk dalam sejarah Eropa. Ini yang disangka jadi sebab hilangnya peradaban mereka.
Peradaban Lembah Sungai Indus (3.300-1.300 SM di Pakistan dan India) Peradaban Lembah Sungai Indus adalah salah satu peradaban terbesar dan terpenting. Dulunya pernah ada di daerah yang sekarang menjadi negara Pakistan dan wilayah India barat. Tapi peradaban modern sedikit sekali mengetahui tentang peradaban lembah sungai Indus ini. Itu karena belum ada yang berhasil menguraikan bahasa mereka.
Dimasa kejayaannya, peradaban lembah sungai Indus membangun lebih dari seratus kota dan desa, termasuk kota Harappa dan Mohenjo-Daro.

Masing-masing kota memiliki sistem pembuangan limbah dan sanitasi dalam ruangan sendiri. Dari ciri sanitasi ini, peradaban nampak sangat berkelas. Mereka juga memiliki tentara yang unggul, dan sudah maju dalam astronomi dan pertanian. Mereka juga jadi peradaban pertama yang memproduksi pakaian katun.
Peradaban ini lenyap 4.500 tahun yang lalu. Dan tidak ada yang membahas tentang mereka sampai Ilmuwan menemukan dan menggali reruntuhan sisa peradaban pada tahun 1920-an. Beberapa teori berusaha menjelaskan hilangnya peradaban ini, salah satunya masalah lingkungan seperti surutnya sungai Ghaggar Hakra, cuaca dingin dan kekeringan berkepanjangan. Ada juga teori lain, yang mengatakan peradaban hancur gara-gara serbuan bangsa Arya sekitar 1.500 SM.
Peradaban Minoa (3.000-630 SM di Pulau Kreta, Yunani)
Ilmuwan baru menemukan peradaban Minoan pada awal abad 20. Sejak itu, para ahli sejarah banyak menemukan petunjuk menarik, diantaranya bahwa peradaban ini muncul sekitar 7000 tahun yang lalu dan mencapai puncaknya sekitar 1.600 SM. Dari hitungan itu, setidaknya peradaban ini bertahan sampai sekitar 5000 tahun. Selama perjalanan waktu saat peradaban ini ada, terdapat bukti-bukti bahwa peradaban mereka berkembang pesat. Salah-satunya, mereka membangun kota-kota dan istana dengan pola arsitektur yang kian rumit dan kompleks dari masa ke masa. Itu nampak pada sisa-sisa istana Knossos misalnya, tak seperti istina kuno peradaban lain, disana ada labirin yang berhubungan dengan legenda Raja Minos. Kontruksi itu tak bisa dibilang sederhana untuk masa itu.
Peradaban Maya (2.600-1.520 SM di Amerika Tengah)Peradaban Maya adalah contoh klasik soal peradaban yang menghilang secara misterius. Monumen, kota-kota dan jalan-jalan hasil peraban ini lenyap berubah menjadi hutan belantara di Amerika Tengah. Dan ilmuwan menduga penduduknya tersebar di desa-desa kecil menjadi suku-suku yang terpisah.
Bahasa dan tradisi orang-orang Maya masih bertahan saat ini. Tetapi klimaks peradaban hanya sampai milenium pertama Masehi. Itu ketika mereka membangun monumen arsitektur di Yucatan. Wilayah ini mencakup zona yang kini menjadi teritorial Meksiko, Guatemala dan Belize. Setelah itu, peradaban mereka seolah sirna.

Sebagai salah satu peradaban Mesoamerika yang hilang, peradaban Maya ini sudah mengenal baca-tulis, ilmu matematika, sistem kalender dan mengembangkan teknik canggih untuk membangun piramida dan peternakan bertingkat.
Alasan hilangnya peradaban ini masih menjadi perdebatan arkeologi terbesar hingga saat ini. Beberapa Ilmuwan setuju dengan asumsi adanya pertikaian yang bersamaan dengan perubahan iklim di Yucatan sekitar tahun 900. Peristiwa itu mengganggu proses pertanian, merusak tanaman dan berakibat bencana kelaparan. Dan terjadilah eksodus besar-besaran dari daerah peradaban ke tempat lebih aman.
Peradaban Mycenean (1.600-1.100 SM di Yunani)Berbeda dengan Minoans, Mycenaean berkembang tidak hanya melalui perdagangan tetapi juga melalui penaklukan. Buktinya, teritorial kerajaan mereka membentang hampir di seluruh wilayah Yunani.

Peradaban Mycenaean sempat mendominasi dengan kekuasaannya selama lima abad. Sampai kemudian peradaban menghilang sekitar 1100 SM. Beberapa mitos Yunani berlatarkan peradaban ini, misalnya kisah legendaris Raja Agamemnon yang memimpin pasukan Yunani selama Perang Troya. Tidak jelas mengapa mereka menghilang. Gempa, invasi, atau mungkin pemberontakan petani. Belum ada teori yang valid.
Peradaban Olmec (1.400 SM di Meksiko)Peradaban Olmec pernah ada dan berkembang sebelum Columbus tiba di daratan Amerika. Jejak pertama peradaban tercatat 1.400 SM di kota San Lorenzo. Dalam peradaban ini ada tiga kota besar. Selain Olmec, ada juga kota Tenochtitlan dan Potrero Nuevo.
Salah satu bukti peradaban ini adalah situs monumen besar berbentuk kepala batu raksasa. Peradaban ini menjadi dasar dari semua budaya Mesoamerika yang pernah ada. Ilmuwan meyakini bahwa Olmecs adalah peradaban pertama yang mengembangkan sistem penulisan, menemukan kompas dan sistem kalender Mesoamerika.

Mereka sudah mendalami ilmu perang, melakukan ritual pengorbanan manusia dan menemukan konsep angka nol. Ilmuwan baru menemukan sisa-sisa peradaban ini pada pertengahan abad ke-19.
Sejarawan menduga penurunan peradaban ini terjadi karena perubahan iklim yang disebabkan oleh letusan gunung berapi, gempa bumi atau kegagalan praktek pertanian yang berlanjut dengan kelangkaan pangan. Semua berperan dalam kehancuran dan hilangnya peradaban ini.
Peradaban Nabatean (600 SM di Yordania) Peradaban Nabataean berkembang di Yordania selatan, tepatnya di wilayah Kanaan dan Arab utara pada abad 6 SM. Bangsa Semit membangun kota yang menakjubkan di Lembah Petra, salah satu bukti yang tersisa adalah sebuah tebing batu pasir yang diukir dari Pegunungan Jordan.
Peradaban Nabatean sangat maju, terutama dalam bidang hidrolik. Mereka membangun bendungan, kanal dan waduk untuk bercocok-tanam di daerah gurun.

Tidak ada catatan tertulis tentang mereka dan juga tidak ada yang mengetahui secara rinci soal kebudayaan mereka. Selama abad ke-4 SM, masyarakat Nabataean meninggalkan Petra dan tidak ada yang tahu kenapa. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa keberangkatan mereka tidak terburu-buru, artinya mereka tidak melarikan diri dari penjajah. Karena bukti ini, Ilmuwan meyakini bahwa migrasi besar-besaran ke utara terjadi untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Dan ini yang lambat laun membuat peradaban menghilang.
Kerajaan Aksum (Tahun 100 di Ethiopia)Kerajaan Aksum mulai membangun dirinya di abad pertama Masehi. Peradaban berpusat di daerah yang sekarang menjadi negara Ethiopia. Legenda mengatakan bahwa peradaban inilah yang melahirkan sosok Ratu Sheba. Aksum merupakan pusat perdagangan penting di mana gading, hasil pertanian dan emas diekspor ke Kekaisaran Romawi dan India.

Kerajaan ini menaungi masyarakat yang kaya dan makmur. Aksum merupakan kebudayaan Afrika pertama yang mengeluarkan mata uang sendiri. Dalam peradaban kuno, penerbitan uang oleh otoritas kerajaan adalah tanda adanya kekuatan besar. Sama seperti peradaban besar lain dalam daftar ini, peradaban Aksum juga lenyap secara misterius.
Kerajaan Khmer (Tahun 1.000-1.400 di Kamboja) Kerajaan Khmer adalah salah satu kerajaan paling kuat dan peradaban terbesar yang hilang di Asia Tenggara. Mereka pernah ada di bentangan daerah yang sekarang terpisah menjadi negara Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Malaysia.

Angkor, ibukota kerajaan ini menjadi salah satu situs arkeologi yang paling terkenal di Kamboja. Ilmuwan memperkirakan kerajaan ini memiliki populasi hingga satu juta orang, dan berkembang selama milenium pertama. Peradaban Khmer mampu membangun kuil, menara dan struktur canggih lainnya. Salah satunya adalah kuil Angkor Wat, kuil ini didedikasikan untuk Dewa Wisnu. Kata para ahli, ada beberapa faktor yang menyebabkan jatuhnya Kekaisaran Khmer. Namun sebagian besar percaya bahwa mereka justru hancur karena peradaban mereka sendiri. Pesatnya pembangunan infrastruktur jalan di sekitar kerajaan yang tadinya untuk memudahkan pasokan barang dan lalu-lintas tentara, malah mempermudah serangan dari pihak kerajaan lain.
Sejak zaman Nabi Adam hingga sekarang, manusia telah banyak melahirkan peradaban. Ada yang masih bertahan hingga saat ini, dan dapat dilihat sebagai bukti sejarah. Tapi ada juga peradaban manusia yang menghilang begitu saja secara misterius.
Mengulas itu, ada banyak spekulasi soal lenyapnya peradaban secara misterius. Mulai soal wabah penyakit, bencana besar, perubahan iklim ekstrim, peperangan, bencana meteor, sampai perihal asimilasi dan akulturasi dengan budaya lain. Namun, belum ada yang pasti menjelaskan lenyapnya peradaban-peradaban ini.
Nah, berikut adalah 10 peradaban yang pernah ada dan menghilang secara misterius ribuan tahun yang lalu.
Peradaban Clovis (diperkirakan 11.500 SM di Amerika Utara)
Para sejarawan menempatkan kebudayaan Clovis ini sebagai budaya asli Amerika masa prasejarah. Mereka meyakini, peradaban inu pernah ada di Amerika Utara. Namanya berasal sebuah situs arkeologi yang terletak di dekat kota Clovis, New Mexico. Arkeolog menemukan artefak pisau batu dan tulanh di situs ini pada tahun 1920.
Beberapa ahli sejarah meyakini bahwa orang-orang Clovis ini datang dari Siberia ke Alaska. Mereka melintasi Selat Bering pada akhir zaman es. Namin ilmuwan tak bisa memastikan apakah Clovis adalah budaya pertama di Amerika Utara atau bukan.
Peradaban Cucuteni-Trypillia (Antara 5.500-2.750 SM di Ukraina-Rumania)Mereka ini adalah komunitas terbesar dari masa Neolitik Eropa di wilayah Cucuteni-Trypillia. Wilayah asal peradaban ini sekarang jadi bagian negara Ukraina, Rumania dan Moldova. Dalam perkiraan para ahli, populasi peradaban Cucuteni-Trypillia mencapai 15 ribu orang. Dan mereka kemudian secara misterius menghilang dari muka bumi.
Budaya Cucuteni-Trypillia menonjol dengan kerajinan tembikarnya. Mereka juga memiliki kebiasaan aneh dengan membakar desa mereka sendiri setiap 60-80 tahun sebelum membangun yang baru. Sampai saat ini para Ilmuwan sudah mengidentifikasi sekitar 3.000 situs arkeologi. Ada teori bahwa menjelang hilangnya peradabaan ini, ada perubahan iklim drastis yang berlanjut dengan kekeringan terburuk dalam sejarah Eropa. Ini yang disangka jadi sebab hilangnya peradaban mereka.
Peradaban Lembah Sungai Indus (3.300-1.300 SM di Pakistan dan India) Peradaban Lembah Sungai Indus adalah salah satu peradaban terbesar dan terpenting. Dulunya pernah ada di daerah yang sekarang menjadi negara Pakistan dan wilayah India barat. Tapi peradaban modern sedikit sekali mengetahui tentang peradaban lembah sungai Indus ini. Itu karena belum ada yang berhasil menguraikan bahasa mereka.
Dimasa kejayaannya, peradaban lembah sungai Indus membangun lebih dari seratus kota dan desa, termasuk kota Harappa dan Mohenjo-Daro.
Masing-masing kota memiliki sistem pembuangan limbah dan sanitasi dalam ruangan sendiri. Dari ciri sanitasi ini, peradaban nampak sangat berkelas. Mereka juga memiliki tentara yang unggul, dan sudah maju dalam astronomi dan pertanian. Mereka juga jadi peradaban pertama yang memproduksi pakaian katun.
Peradaban ini lenyap 4.500 tahun yang lalu. Dan tidak ada yang membahas tentang mereka sampai Ilmuwan menemukan dan menggali reruntuhan sisa peradaban pada tahun 1920-an. Beberapa teori berusaha menjelaskan hilangnya peradaban ini, salah satunya masalah lingkungan seperti surutnya sungai Ghaggar Hakra, cuaca dingin dan kekeringan berkepanjangan. Ada juga teori lain, yang mengatakan peradaban hancur gara-gara serbuan bangsa Arya sekitar 1.500 SM.
Peradaban Minoa (3.000-630 SM di Pulau Kreta, Yunani)
Ilmuwan baru menemukan peradaban Minoan pada awal abad 20. Sejak itu, para ahli sejarah banyak menemukan petunjuk menarik, diantaranya bahwa peradaban ini muncul sekitar 7000 tahun yang lalu dan mencapai puncaknya sekitar 1.600 SM. Dari hitungan itu, setidaknya peradaban ini bertahan sampai sekitar 5000 tahun. Selama perjalanan waktu saat peradaban ini ada, terdapat bukti-bukti bahwa peradaban mereka berkembang pesat. Salah-satunya, mereka membangun kota-kota dan istana dengan pola arsitektur yang kian rumit dan kompleks dari masa ke masa. Itu nampak pada sisa-sisa istana Knossos misalnya, tak seperti istina kuno peradaban lain, disana ada labirin yang berhubungan dengan legenda Raja Minos. Kontruksi itu tak bisa dibilang sederhana untuk masa itu.
Peradaban Maya (2.600-1.520 SM di Amerika Tengah)Peradaban Maya adalah contoh klasik soal peradaban yang menghilang secara misterius. Monumen, kota-kota dan jalan-jalan hasil peraban ini lenyap berubah menjadi hutan belantara di Amerika Tengah. Dan ilmuwan menduga penduduknya tersebar di desa-desa kecil menjadi suku-suku yang terpisah.
Bahasa dan tradisi orang-orang Maya masih bertahan saat ini. Tetapi klimaks peradaban hanya sampai milenium pertama Masehi. Itu ketika mereka membangun monumen arsitektur di Yucatan. Wilayah ini mencakup zona yang kini menjadi teritorial Meksiko, Guatemala dan Belize. Setelah itu, peradaban mereka seolah sirna.
Sebagai salah satu peradaban Mesoamerika yang hilang, peradaban Maya ini sudah mengenal baca-tulis, ilmu matematika, sistem kalender dan mengembangkan teknik canggih untuk membangun piramida dan peternakan bertingkat.
Alasan hilangnya peradaban ini masih menjadi perdebatan arkeologi terbesar hingga saat ini. Beberapa Ilmuwan setuju dengan asumsi adanya pertikaian yang bersamaan dengan perubahan iklim di Yucatan sekitar tahun 900. Peristiwa itu mengganggu proses pertanian, merusak tanaman dan berakibat bencana kelaparan. Dan terjadilah eksodus besar-besaran dari daerah peradaban ke tempat lebih aman.
Peradaban Mycenean (1.600-1.100 SM di Yunani)Berbeda dengan Minoans, Mycenaean berkembang tidak hanya melalui perdagangan tetapi juga melalui penaklukan. Buktinya, teritorial kerajaan mereka membentang hampir di seluruh wilayah Yunani.
Peradaban Mycenaean sempat mendominasi dengan kekuasaannya selama lima abad. Sampai kemudian peradaban menghilang sekitar 1100 SM. Beberapa mitos Yunani berlatarkan peradaban ini, misalnya kisah legendaris Raja Agamemnon yang memimpin pasukan Yunani selama Perang Troya. Tidak jelas mengapa mereka menghilang. Gempa, invasi, atau mungkin pemberontakan petani. Belum ada teori yang valid.
Peradaban Olmec (1.400 SM di Meksiko)Peradaban Olmec pernah ada dan berkembang sebelum Columbus tiba di daratan Amerika. Jejak pertama peradaban tercatat 1.400 SM di kota San Lorenzo. Dalam peradaban ini ada tiga kota besar. Selain Olmec, ada juga kota Tenochtitlan dan Potrero Nuevo.
Salah satu bukti peradaban ini adalah situs monumen besar berbentuk kepala batu raksasa. Peradaban ini menjadi dasar dari semua budaya Mesoamerika yang pernah ada. Ilmuwan meyakini bahwa Olmecs adalah peradaban pertama yang mengembangkan sistem penulisan, menemukan kompas dan sistem kalender Mesoamerika.
Mereka sudah mendalami ilmu perang, melakukan ritual pengorbanan manusia dan menemukan konsep angka nol. Ilmuwan baru menemukan sisa-sisa peradaban ini pada pertengahan abad ke-19.
Sejarawan menduga penurunan peradaban ini terjadi karena perubahan iklim yang disebabkan oleh letusan gunung berapi, gempa bumi atau kegagalan praktek pertanian yang berlanjut dengan kelangkaan pangan. Semua berperan dalam kehancuran dan hilangnya peradaban ini.
Peradaban Nabatean (600 SM di Yordania) Peradaban Nabataean berkembang di Yordania selatan, tepatnya di wilayah Kanaan dan Arab utara pada abad 6 SM. Bangsa Semit membangun kota yang menakjubkan di Lembah Petra, salah satu bukti yang tersisa adalah sebuah tebing batu pasir yang diukir dari Pegunungan Jordan.
Peradaban Nabatean sangat maju, terutama dalam bidang hidrolik. Mereka membangun bendungan, kanal dan waduk untuk bercocok-tanam di daerah gurun.
Tidak ada catatan tertulis tentang mereka dan juga tidak ada yang mengetahui secara rinci soal kebudayaan mereka. Selama abad ke-4 SM, masyarakat Nabataean meninggalkan Petra dan tidak ada yang tahu kenapa. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa keberangkatan mereka tidak terburu-buru, artinya mereka tidak melarikan diri dari penjajah. Karena bukti ini, Ilmuwan meyakini bahwa migrasi besar-besaran ke utara terjadi untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Dan ini yang lambat laun membuat peradaban menghilang.
Kerajaan Aksum (Tahun 100 di Ethiopia)Kerajaan Aksum mulai membangun dirinya di abad pertama Masehi. Peradaban berpusat di daerah yang sekarang menjadi negara Ethiopia. Legenda mengatakan bahwa peradaban inilah yang melahirkan sosok Ratu Sheba. Aksum merupakan pusat perdagangan penting di mana gading, hasil pertanian dan emas diekspor ke Kekaisaran Romawi dan India.
Kerajaan ini menaungi masyarakat yang kaya dan makmur. Aksum merupakan kebudayaan Afrika pertama yang mengeluarkan mata uang sendiri. Dalam peradaban kuno, penerbitan uang oleh otoritas kerajaan adalah tanda adanya kekuatan besar. Sama seperti peradaban besar lain dalam daftar ini, peradaban Aksum juga lenyap secara misterius.
Kerajaan Khmer (Tahun 1.000-1.400 di Kamboja) Kerajaan Khmer adalah salah satu kerajaan paling kuat dan peradaban terbesar yang hilang di Asia Tenggara. Mereka pernah ada di bentangan daerah yang sekarang terpisah menjadi negara Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Malaysia.
Angkor, ibukota kerajaan ini menjadi salah satu situs arkeologi yang paling terkenal di Kamboja. Ilmuwan memperkirakan kerajaan ini memiliki populasi hingga satu juta orang, dan berkembang selama milenium pertama. Peradaban Khmer mampu membangun kuil, menara dan struktur canggih lainnya. Salah satunya adalah kuil Angkor Wat, kuil ini didedikasikan untuk Dewa Wisnu. Kata para ahli, ada beberapa faktor yang menyebabkan jatuhnya Kekaisaran Khmer. Namun sebagian besar percaya bahwa mereka justru hancur karena peradaban mereka sendiri. Pesatnya pembangunan infrastruktur jalan di sekitar kerajaan yang tadinya untuk memudahkan pasokan barang dan lalu-lintas tentara, malah mempermudah serangan dari pihak kerajaan lain.



